Peninggalan Budaya di Yogyakarta

Propinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau Jawa, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Propinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) memiliki beragam kebudayaan yang berupa bahasa, suku, rumah adat, pakaian adat, alat musik tradisional, tari-tarian, dan senjata tradisional.

Rumah Adat di Propinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta)

Rumah adat di Propinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) dinamai Bangsal Kencono Kraton Yogyakarta. Bangsal Kencono Kraton Yogyakarta ini merupakan sebuah bangunan Pendopo. Halamannya sangat luas, ditumbuhi tanaman dan dilengkapi beberapa sangkar burung. Di depan Bangsal Kencono Kraton Yogyakarta terdapat dua patung dari Gupolo, sang raksasa yang memegang gada (sejenis alat pemukul yang terbuat dari batu).

Pakaian Adat di Propinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta)

Di Propinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), busana untuk anak laki-laki adalah model kencongan. Model Kencongan terdiri dari kain batik yang dikenakan dengan baju surjan, lonthong tritik, ikat pinggang yang berupa kamus songketan dan cathok atau timang terbuat dari suwasa (emas). Sedangkan busana sehari-hari bagi pria remaja dan juga pria dewasa terdiri dari baju surjan, kain batik dengan wiru di tengah, lonthong tritik, kamus songketan, timang, dan masih ditambah dengan mengenakan dhestar untuk penutup kepala.

Wanita muda berpakaian disebut pinjung. Baju yang dikenakan dengan melipat akhir jaringan sebelah segitiga berbentuk seperti lapisan baja, panjang diukur dari dada di atas pusar. Lipatan (fold) ke kiri, yang menunjukkan status sebagai putri Sultan cucu pembawa Sultan. padintenan dari Pinjung keseluruhan terdiri dari batik, tanpa pakaian, lonthong tritik, kamus songketan, udhet tritik (semacam syal sebagai ukuran dekorasi). Seperti perhiasan anting-anting, kalung dinar, gelang, sederhana tikungan hairpin tanpa hiasan.

Padintenan pakaian sabukwala dikenakan oleh perempuan yang berusia 3-10 tahun. Serial sabukwala ini terdiri dari nyamping baju batik, pakaian katun, ikat pinggang kamus songketan bunga atau hewan, di lonthong tritik, dan mengenakan berbentuk kupu-kupu perak cathok elang atau burung merak. Perhiasan yang dikenakan sebagai suplemen terdiri dari anting-anting, kalung emas dengan liontin dalam bentuk mata uang (dinar), ular berbentuk tali (gligen) atau model Sigar terdampar. Bagi mereka dengan rambut panjang di bun dengan model bun. kain adalah motif parang goreng atau gringsing.

Untuk orang dewasa gadis berpakaian semekanan mereka sehari-hari. Definisi bentuk semekan dari jaringan lama setengah lebar dari lebar panjang bahkan kain berfungsi sebagai dada. Serial ini terdiri dari pakaian kain (dari nyamping) batik, katun kebaya tritik semekan, dan memakai perhiasan seperti anting-anting, gelang dan cincin, siku bun bun sederhana tanpa embel-embel. Sementara gaun sehari-hari untuk pengantin putri terdiri dari tritik semekan dengan perantara, kapas baju kebaya, kain batik, tikungan hairpin tanpa hiasan polos. Perhiasan seperti anting-anting, cincin, dan saputangan merah.

Tari- tarian Khas dari Propinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta)

  1. Tarian Bedaya, adalah tarian pengadilan yang ditarikan oleh 9 putri dengan kecepatan yang anggun dan lembut.
  2. Tarian Sangupati Serimpi, merupakan sebuah istana tari di masa lalu disertai dengan gamelan tari manis dan menawan.
  3. Tarian Beksan Nirbaya, merupakan bentuk seni terinspirasi oleh “jumlah, benar-benar acak” bagian dari upacara istana Yogyakarta yang berfungsi sebagai “penguat” menjijikkan. Formulir ini bernama Arts, yang mendapat stilirasi tanpa meninggalkan esensi dan karakter dari gerakan tunggal.
  4. Tarian Ageng Lawung Beksan, adalah tarian yang diciptakan oleh cara saya, sebagai cara untuk mempromosikan semangat semangat prajurit.

Senjata Tradisional dari Propinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta)

Di Propinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), keris Yogyakarta adalah senjata tradisional yang paling populer dan terkenal. Keris juga sering diberi nama serta gelar kehormatan seperti “Kyai Kanjeng Kpek” dan seterusnya. Selain itu ada juga keris tombak sebagai pusaka.

Benda-benda yang sangat dihormati dan diberikan kehormatan. Antara lain “Kajeng Kyai Ageng Plered”, Kanjeng Kyai Ageng New “” Kanjeng Kyai Gadapan “dan” Kanjeng Ageng Megatruh “” Kyai Plered “memiliki sejarah tersendiri, karena Untung Suropati berhasil membunuh seorang perwira Belanda Kapten Tack menggunakan” Kyai Plered “Oleh karena itu, tombak dianggap sakral. Ada juga tombak dan belati disebut Tosan Aji. Tosan berarti besi dan Aji berarti dihormati sebagai magis. benda ini biasanya diperlakukan dengan baik dan disimpan di tempat khusus. pada saat ini bahwa benda-benda tertentu dibersihkan dan dicuci.

http://liburanjogja.wagomu.id/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s